"Mereka juga mendapatkan sistem pendidikan yang sama, sehingga siswa penyandang disabilitas ini pun juga merasa nyaman belajar di sini dan berinteraksi dengan teman-teman yang lain," katanya.
Sementara jika berada di sekolah lain, siswa disabilitas terkadang harus melalui seleksi yang ketat hanya untuk dapat belajar di kelas.
Apalagi kebanyakan siswa tersebut biasanya hanya diterima di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau di sekolah negeri dengan kuota inklusi.
"Ini merupakan komitmen kami sejak awal, bukan karena ditunjuk oleh pemerintah. Pemerintah lah yang mengakui bahkan kami merupakan sekolah inklusi," katanya.
"Bahkan sampai di tahun 2000-an sekolah kami jadi pilot project sekolah inklusi oleh pemerintah, percontohan sekolah inklusi nasional," imbuh Aris.
Aris menekankan dengan mengajar siswa berkebutuhan khusus tidak menghalangi Al Firdaus World Class Islamic School untuk bisa menjadi sekolah berkelas dunia.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Al Firdaus World Class Islamic School Sandang Predikat Sekolah Internasional Terbaik di Solo Raya
(TribunSolo.com/Eka Fitriani)