Mengutip dari Instagram @litbangdikbud, berikut jadwal lengkapnya:
- Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026
- Simulasi: 2 – 8 Maret 2026
- Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
- Pelaksanaan Utama: 20 – 30 April 2026
- Pelaksanaan Susulan: 11 – 17 Mei 2026
- Pengolahan Hasil: 18 – 23 Mei 2026
- Pengumuman Hasil: 24 Mei 2026
Bagi satuan pendidikan yang belum dapat mengikuti pelaksanaan utama, tersedia jadwal susulan sebagai bentuk fleksibilitas sistem.
Mata Uji TKA SD 2026
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, terdapat dua mata uji utama:
1. Bahasa Indonesia
TKA Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca sebagai fondasi utama pembelajaran.
Kemampuan membaca menjadi kunci untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Muatan yang diujikan:
- Teks informasi (fakta sederhana berskala lokal maupun nasional)
- Teks fiksi (cerita rekaan atau faktual dengan alur sederhana)
Kompetensi yang diukur:
- Mengidentifikasi informasi tersurat
- Menyimpulkan informasi tersirat
- Menilai gagasan, fakta, atau opini
- Merefleksikan isi bacaan
2. Matematika
TKA Matematika mengukur kemampuan memahami konsep, prinsip, serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan materi:
- Bilangan
- Geometri dan pengukuran
- Data
Kompetensi yang diukur:
- Pengetahuan matematis
- Representasi dan koneksi konsep
- Penalaran
- Pemecahan masalah
Pendekatan soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan aplikatif.
Bentuk dan Model Soal
Menurut Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Dasar dan Menengan RI Nomor 047/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat, TKA menggunakan dua model penyajian soal:
Soal tunggal, berdiri sendiri.
Soal grup, beberapa pertanyaan berbasis satu stimulus yang sama.
Terdapat tiga bentuk soal:
- Pilihan ganda sederhana – satu jawaban benar.
- Pilihan ganda kompleks (MCMA) – lebih dari satu jawaban benar.
- Pilihan ganda kompleks kategori – peserta memberi respons pada setiap pernyataan (misalnya benar/salah).
Model ini dirancang untuk mengukur pemahaman secara lebih komprehensif, bukan sekadar kemampuan memilih satu jawaban.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Simulasi TKA dan TKA SD
Baca tanpa iklan