Menurut Managing Director CORE Concept Living Shanny Poijes, kawasan Munggu di Bali sangat ideal bagi investor pemula dan keluarga karena harga properti di wilayah ini lebih rendah dibanding Canggu atau Pererenan.
Selain itu, kata dia, potensi capital gain tinggi, didorong pembangunan infrastruktur, akses telekomunikasi (termasuk Starlink), dan rencana pembangunan bandara internasional baru senilai Rp 150 triliun di Bali Utara.
“Hasil sewa properti di Munggu diperkirakan 8 persen–12 persen per tahun. Ini tak jauh berbeda dengan di Canggu sebesar 7 persen–15 persen dan Pererenan 10 persen–11 persen untuk pembangunan baru,” kata Shanny dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Shanny Poijes menilai Munggu sebagai kawasan potensial untuk investasi karena harga properti yang masih rendah, yang membuka peluang pengembalian tinggi. Menurutnya, selain biaya awal yang lebih ringan dan potensi pertumbuhan signifikan, daya tarik utama Munggu justru terletak pada kualitas hidup sehari-hari yang ditawarkannya.
Ia menyebut, meski ada keuntungan dari kenaikan harga tanah dan sewa akibat terbatasnya hunian, nilai properti juga ditentukan oleh kenyamanan dan kemudahan hidup. Gaya hidup yang tenang menjadi faktor penting setelah pertimbangan finansial.
Ia menambahkan bahwa lokasi ini ideal bagi keluarga yang pindah ke Bali karena sejumlah sekolah internasional dapat dijangkau dalam 10–20 menit. Sehingga konektivitas global bisa dinikmati tanpa kehilangan suasana lokal. Menurutnya, Munggu juga termasuk salah satu area di Bali Selatan yang masih memungkinkan mobilitas tanpa hambatan besar akibat kemacetan.
Baca tanpa iklan