News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Fenomena Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI BUKA BERSAMA - Acara buka bersama karyawan Tribunnews.com yang dilaksanakan pada Senin (24/3/2025).

Konsumsi minuman manis, sirup, dan makanan tinggi gula sebaiknya dibatasi. 

Anjuran sederhana seperti tiga butir kurma sudah cukup sebagai pembuka, sementara makanan lain bersifat pelengkap, bukan menu utama.

Masalah lain yang sering terjadi adalah dominasi makanan gorengan. Proses menggoreng menambah kalori secara signifikan. 

Jika asupan kalori terus bertambah sementara pengeluaran energi minim, kondisi defisit kalori yang diharapkan saat puasa tidak tercapai.

Dehidrasi dan Minuman Diuretik Diam-diam Memengaruhi Energi

Asupan makanan tinggi garam saat sahur membuat tubuh lebih cepat haus. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi sepanjang hari. 

Dehidrasi bukan hanya soal rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak pada kemampuan tubuh untuk beraktivitas.

Konsumsi teh atau kopi berlebihan turut memperparah situasi. 

Keduanya memiliki efek diuretik yang membuat tubuh lebih sering mengeluarkan cairan. 

Tanpa penggantian cairan yang cukup, tubuh menjadi lebih mudah lemas saat berpuasa.

Strategi Puasa Aman untuk yang Gula Darah Tidak Stabil

Bagi orang dengan kelainan lambung atau gula darah yang tidak stabil, pengaturan pola makan menjadi prioritas utama, terutama jika tidak memungkinkan melakukan olahraga.

Fokusnya adalah memilih karbohidrat dengan indeks glikemik rendah agar energi bertahan lebih lama. 

Pola makan yang teratur saat berbuka dan sahur, menghindari lonjakan gula dari minuman manis, serta membatasi makanan tinggi lemak membantu menjaga kestabilan energi tanpa perlu aktivitas fisik berat.

Pendekatan ini membuat tubuh tetap mendapatkan asupan yang cukup, sekaligus mencegah kelebihan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Olahraga Saat Puasa: Jangan Salah Intensitas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih olahraga dengan intensitas terlalu tinggi saat kondisi tubuh belum mendapat asupan energi. 

Latihan berat saat puasa berisiko menguras otot, bukan lemak.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini