Dengan demikian, memaknai Ramadan sebagai momentum hijrah hati dan perilaku berarti menjadikannya lebih dari sekadar tradisi tahunan.
Ia adalah proses pembentukan karakter, latihan pengendalian diri, dan perjalanan menuju kualitas kemanusiaan yang lebih tinggi. Ketika Ramadan berakhir, semestinya yang berakhir hanyalah tanggal di kalender, bukan semangat perubahannya. Karena hijrah sejati tidak dibatasi oleh waktu; ia adalah komitmen seumur hidup untuk terus menjadi lebih baik di hadapan Tuhan dan sesama manusia.
Baca tanpa iklan