News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Hindari Berbuka Puasa dengan Minuman Manis Berlebihan, Ini Tips Sehat dari Ahli Gizi

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BUKA PUASA - Umat muslim mengikuti buka puasa bersama yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Konsumsi minuman manis berlebihan saat berbuka puasa dapat meningkatkan risiko karies, obesitas, gangguan pencernaan, dan komplikasi diabetes. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan kerap identik dengan minuman manis saat berbuka puasa.

Segarnya sirup, teh manis, atau kolak dianggap mampu memulihkan energi setelah berpuasa seharian.

Namun, konsumsi gula yang berlebihan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Profesor Ilmu Gizi Pangan IPB University sekaligus pakar human nutrition, Prof. Budi Setiawan, menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memilih makanan dan minuman manis saat berbuka karena kadar gula darah menurun setelah puasa.

"Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa," ungkap dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University tersebut dikutip dari ipb.ac.id, Selasa (24/2/2026).

Asupan gula juga memicu perasaan puas dan bahagia.

Hal ini karena konsumsi karbohidrat dan gula meningkatkan produksi hormon serotonin, sehingga membuat tubuh terasa lebih rileks.

Meski demikian, Prof. Budi menekankan bahwa gula adalah komponen pangan yang perlu dibatasi, karena berada di puncak piramida gizi seimbang.

Menurut pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas konsumsi gula harian adalah 50 gram, atau sekitar empat sendok makan.

"Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang," ujarnya.

Konsumsi minuman manis berlebihan saat berbuka maupun sahur bisa mengurangi porsi makanan bergizi lain, seperti sayur, buah, dan sumber protein.

Baca juga: Menu Sahur Ideal untuk Jaga Jantung saat Puasa, Dokter Gizi: Jangan Skip Sayur dan Buah

Selain itu, gula berlebih meningkatkan risiko karies gigi, kenaikan berat badan, serta gangguan metabolisme.

Bagi penderita diabetes mellitus, gula yang tidak terkendali dapat memicu naiknya kadar trigliserida, berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, dan bahkan memicu gangguan pencernaan akibat asam lambung meningkat.

"Untuk penderita diabetes mellitus (DM), kadar gulanya harus dijaga. Konsumsi gula berlebih dalam tubuh pada gilirannya dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah yang berisiko bagi penderita penyakit jantung. Bisa juga terjadi gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung," jelasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini