News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Rabu, 25 Februari 2026

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

“Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

2. Menguatkan Makna dan Harapan

Saat menjalankan puasa hampir selalu diiringi ibadah yang lebih banyak dan rutin misalnya doa, salat, membaca al-quran dan refleksi diri.

Dalam psikologi ini dikenal sebagai spiritual coping, cara seseorang menggunakan nilai spiritual untuk menghadapi tekanan hidup.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mempraktikkan coping spiritual cenderung memiliki: rasa makna hidup lebih kuat, tingkat harapan yang lebih tinggi, serta kemampuan menerima situasi sulit dengan lebih tenang.

Contoh aktivitas yang bisa dilakukan , membaca al-quran, doa atau renungan serta menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap malam.

3. Menurunkan Stres

Contoh aktivitas adalah jalan santai, olahraga ringan menjelang berbuka dan mengurangi paparan berita atau media sosial yang memicu stres.

“Puasa bukan sekedar menahan makan, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat,” ungkap anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI.

4. Kesempatan untuk Reset Mental

Secara psikologis, saat berpuasa bisa memberi peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola yang lebih sehat.

Contoh aktivitas: membaca buku reflektif hingga mengikuti kelas, kajian atau diskusi pengembangan diri selama bulan puasa.

Saat pola lama berhenti sejenak, otak menemukan ruang untuk bertumbuh.

5. Latihan Menunda Gratifikasi

Puasa adalah praktik nyata dari delay of gratification. Dalam psikiatri, kemampuan menunda dorongan berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini