Pada akhirnya, Ramadan adalah bulan untuk kembali menata hati.
Media sosial bukanlah sesuatu yang harus dimusuhi, melainkan dikelola dengan kesadaran. Kuncinya adalah menghadirkan niat dan kontrol diri dalam setiap aktivitas, termasuk saat berselancar di dunia maya.
Sebagaimana penutup tausiyah tersebut, ajakan yang disampaikan sangat sederhana namun mendalam, yaitu memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas diri dan menjaga hati dari hal-hal yang melalaikan.
"Semoga di bulan yang penuh berkah ini, kita mampu menjaga fokus ibadah, mengelola distraksi digital, dan menjadikan setiap aktivitas, termasuk di media sosial sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
Baca tanpa iklan