Beruntunglah orang-orang yang berhasil meraih prestasi i’tikaf sejati seperti ini. Kita berharap dan sekaligus bermohon agar i’tikaf kita kali ini lebih intensif dan efektif.
Kualitas i’tikaf dapat diukur seberapa tenang dan pasrah pikiran dan hati di dalam menjalankannya.
Terkadang tidak terasa kita berada pada ujung malam tanpa sedikitpun merasakan rasa ngantuk dan kelelahan.
I’tikaf dirasakan sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan dan samasekali tidak dirasakan lagi sebagai suatu beban.
Berbagai ibadah yang dilakukan di dalamnya menyenangkan, seperti tadarrus Alquran dan berbagai shalat sunnah. Jiwa lembut, hati putih, pikiran lurus, dan akhlk karimah betul-betul terasa di dalam diri yang bersangkutan. Semoga kita bisa meraih indahnya i’tikaf.
Di dalam masyarakat modern, terutama yang tinggal di perkotaan, sudah selayaknya memprogram diri untuk mengikuti I’tikaf, baik I’tikaf mandiri, secara perorangan maupun berjamaah. Ini penting untuk memberikan ruang istirahat kepada Rohani atau batin seseorang guna meraih kesegaran Kembali setelah dilelahkan oleh berbagai urusan dunia.
Baca tanpa iklan