Untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan.
Asupan cairan harian yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.
Baca juga: Tren Olahraga Padel Meningkat, Ini Risiko Cedera dan Cara Mencegahnya
Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi metabolisme dan kinerja tubuh.
Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari.
Oleh karena itu, tidur siang selama 30 menit sampai 1 jam saat berpuasa kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.
5. Mulailah Olahraga dengan Intensitas Rendah
Memulai olahraga dengan intensitas rendah juga memungkinkan tubuh untuk beradaptasi secara bertahap tanpa menimbulkan stres berlebihan.
Selain itu, pada awal-awal puasa tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan, otot, dan persendian yang mungkin menjadi lebih rentan terhadap cedera.
6. Perhatikan Tanda-tanda Dehidrasi
Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai, antara lain mulut kering, sakit kepala, dan rasa lemas berlebihan.
Jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi segera hentikan aktivitas fisik dan istirahat.
Ketika waktu berbuka tiba, segera minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang.
Hindari minuman berkafein atau berkarbonasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Memilih Waktu Terbaik untuk Berolahraga
Dikutip dari laman Baznas, ada panduan strategis bagi Anda yang ingin tetap berolahraga tanpa mengorbankan kenyamanan ibadah puasa.
Baca juga: Pencegahan Kanker Tak Cukup dari Makanan, Olahraga Jadi Kunci Utama
Ada tiga jendela waktu yang direkomendasikan oleh para ahli medis yaitu:
Baca tanpa iklan