Sedekah juga menjadi pelengkap berbagai ibadah di bulan Ramadan, karena keimanan tidak hanya ditunjukkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Sebagaimana firman Allah SWT: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).
Sedekah pada waktu ini tidak hanya terbatas pada zakat fitrah atau zakat mal, tetapi juga dapat berupa sedekah sunnah.
Bentuknya bisa berupa uang, makanan, pakaian, maupun bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idul Fitri.
3. I’tikaf
I’tikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selama menjalankan i’tikaf, seorang muslim dapat mengisi waktunya dengan berbagai amalan seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, bershalawat, serta memperbanyak istigfar dan taubat.
I’tikaf sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
Dari Abdullah bin Umar RA berkata: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
4. Tadarus Al-Qur’an
Memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Banyak umat Islam memanfaatkan malam-malam tersebut untuk melakukan tadarus Al-Quran, baik di masjid maupun di rumah.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang mudah dilakukan tetapi memiliki pahala yang besar.
Karena itu, banyak orang berusaha menyelesaikan khatam Al-Qur’an menjelang akhir Ramadan.
Bagi yang memiliki aktivitas padat, menargetkan khatam satu kali sudah termasuk baik, karena yang terpenting adalah terus meningkatkan membaca Al-Quran pada hari-hari terakhir Ramadan.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan