News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ndaru Tewas Disambar Petir Saat Nonton Bola

Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILustrasi: Petir

Laporan Wartawan Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO ---
Demam Piala Dunia 2010 terasa hingga ke pelosok, tak kecuali di Purwokerto, Jawa Tengah. Demam bola ini membawa malapetaka. Senin (28/6) sore, sekitar pukul 17.00 WIB, satu dari enam remaja yang sedang menonton pertandingan sepak bola lokal pada saat hujan di lapangan Kelurahan Grendeng Purwokerto, tewas disambar petir.

Dari keenam remaja itu, satu tewas, satu selamat dan empat lainnya masih dirawat intensif di  Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Wijaya Kusuma, Purwokerto, akibat menderita luka bakar dan syok.

Saat itu, sedang bertanding kesebelasan  Persatuan Sepakbola (PS) Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara melawan PS Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden. Saat pertandingan bubar, tiba-tiba terjadi petir yang diikuti suara meggelegar dan menyambar keenam penonton naas itu.
    
Korban tewas ,  Ndaru Pamungkas (16), warga RT 1/RW 2 Kelurahan Grendeng, Kecamatan  Purwokerto Utara, Purwokerto. Ia tercatat sebagai siswa SMK Ksatrian Purwokerto yang baru saja naik ke kelas XI.

Sedangkan seorang lainnya, Agus, selamat. Sedangkan empat lainnya, yakni  Sugeng Fitriadi (16), warga Grendeng RT 1/6, Andika (15) warga Grendeng RT 1/6, Wahyu Ramadan alias Dwi ( 15), warga Grendeng RT 2/6 dan Arif Dwi Setyawan (14), warga Grendeng RT 1/6, kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Wijaya Kusuma, Purwokerto.

"Para korban, baik yang tewas maupun hidup, masih dirawat di rumah sakit. Rata-rata korban menderita luka gosong di bagian kaki hingga kepala," ujar Toro Purnomo, salah seorang saksi mata.

Diceritakannya, kejadian itu bermula dari pertandingan antar dua tim yang menajdi juara antar kampung (Tarkam). Di tengah pertandingan yang disaksikan ratusan penonton itu tiba-tiba terjadi hujan.

Sebagian penonton memilih menyingkir dan berteduh. Enam remaja itu juga ikut berteduh di bawah pohon di dekat lapangan di kompleks kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

"Mungkin petir pertama kali menyambar pucuk pohon terebih dulu, dan terus menyambar keenam remaja belasan tahun itu," ujar Toro Purnomo, mahasiswa Unsoed.

Warga yang mengetahui kejadian itu, segera memberikan pertolongan, dan pertandingan segera dibubarkan. Jerit tangis mewarnai upaya pertolongan  para korban.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini