TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Jembatan Mahakam Ulu (disingkat Mahulu) akhirnya dapat berfungsi secara maksimal untuk mengurangi kemacetan di Jembatan Mahakam. Pantauan Tribunkaltim.co.id di muara keluar kedua jembatan di Loa Janan, Selasa (23/8, sejak dialihkannya arus kendaraan melalui jembatan Mahulu, arus lalu lintas menjadi tertib dan tidak macet seperti biasa.
"Kita tidak hanya berharap pengalihan ini hanya uji coba, tetapi tetap difungsikan semaksimal mungkin.Potensi yang ada di Jembatan Mahulu harus dimaksimalkan. Buat apa dibangun mahal tetapi tidak difungsikan," ungkap Rachmad, Kasat Lantas Polresta Samarinda baru-baru ini.
Jembatan Mahulu adalah sebuah jembatan yang menghubungkan kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang dengan kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang yang membentang di atas aliran sungai Mahakam.
Jembatan yang diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 15 Juli 2009.Awalnya akan digunakan untuk mengantisipasi kemacetan di saat PON XVII di Samarinda, Kaltim.
Jembatan Mahakam Ulu memiliki bentang tengah 200 meter dengan panjang keseluruhan jembatan 789 meter. Panjang jembatan itu belum termasuk jalan pendekat. Lebar jembatan 11 meter, sementara tinggi jembatan dengan permukaan air sungai 18 meter. Jembatan ini mempunyai bentang lingkar baja yang menjadi ciri khas jembatan ini.
Baca tanpa iklan