Terkait alasan keberadaan desa di wilayah TNK, Sjaim berharap pemerintah bisa mencarikan solusi yang benar-benar solutif.
"Upaya mandiri sudah kami lakukan. Kami juga meminta dukungan perusahaan. Tapi sampai kapan kami terus begini. Kami kan tidak enak kalau terus menerus meminta pada perusahaan. Warga membutuhkan pembangunan, dan desa ini harus dibangun," katanya.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun konsolidasi dengan masyarakat untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan yang benar-benar mendesak, khususnya jalan dan jembatan.
Khusus untuk jembatan, sebenarnya sudah beberapa tahun direncanakan. Namun karena ada keberatan dari pihak tertentu, pembangunan dialihkan lokasinya. Padahal keberatan tersebut hanya disampaikan segelintir orang.
Berita Lainnya:
- Gelombang di Perairan Aceh Capai 3 Meter
- Bupati Langkat Siap Nyalon Jadi Gubernur Sumut
- Ngogesa Siap Menuju Sumut 1
- Sebelum Ramadahan Kalimarau Dijanjikan Beroperasi
- Camat Pakam Bantah Dapat Setoran
Baca tanpa iklan