News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ujian Nasional Tak Jadi Syarat Mutlak Kelulusan Siswa Disambut Positif

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUMUMAN HASIL UN : Sejumlah pelajar mengekspresikan kegembiraan saat pengumuman kelulusan di kawasan Tugu, Yogyakarta, Selasa (20/5/2014). Setelah mengetahui hasil ujian nasional dengan dinyatakan lulus, para siswa tersebut merayakannya berfoto bersama di kawasan tersebut. TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, MELAWI - Tuntutan yang sudah dicita-citakan itu akhirnya terkabulkan, karena ujian nasional tak lagi menjadi standar mutlak kelulusan siswa. Kebijakan itu dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. 

Tak sedikit kepala sekolah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menyambut baik kebijakan tersebut. Kepala SMPN 1 Nanga Pinoh, Marselius Iteng, misalnya. Ia sangat setuju karena guru lah yang paling tahu kemampuan siswanya. 

“Proses belajar selama tiga tahun, kemudian diuji orang lain tiga hari. Padahal guru yang memproses selama tiga tahun itu lebih memahami kondisi siswa. Pertimbangannya menyeluruh tak hanya materi yang diujikan,” kata Marselius, Jumat (30/1/2015).

Pendidikan, menurutnya, tak melulu soal mentransfer ilmu kepada siswa agar kelak menjadi anak cerdas. Jauh lebih penting membuat mental dan spritual mereka lebih berkembang, di mana tak bisa ditemukan di ujian nasional.

Menurut Marselius, ujian nasional juga berdampak positif, karena menjadi standar kelulusan secara nasional. Di mana penerapan kurikulum berlaku secara nasional bukan per sekolah, namun masalahnya keterlibatan sekolah kurang maksimal. 

Saat ditanya apakah standar ujian nasional yang selama ini kerap kali menimbulkan upaya curang dari pihak sekolah, karena mereka ingin memberikan sesuatu yang maksimal, satu di antaranya meluluskan semua siswanya?

“Kita tidak berani mengatakan ada kemungkinan seperti itu. Yang menjadi persoalan bahan kurikulumnya sama, bahan ajarnya sama, tapi kondisi sosial geografis dan guru tidak sama, dan ini juga menjadi tantangan," terang Marselius.

Sehingga untuk memenuhi tuntutan agar siswanya bisa sukses dan lulus ujian nasional, sekolah berusaha maksimal dengan membuat les tambahan dan lain sebagainya. "Namun apapun (kebijakan) itu kami menyambut bagus,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabuoaten Melawi, Syafarudin, mengatakan pada intinya Pemkab Melawi tinggal mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam proses pendidikan karena semuanya bertujuan baik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini