Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Novi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Dirman menghela nafas panjang ketika keluar dari ruang identifikasi jenazah korban kecelakaan longboat Indo Kapuas di Puskesmas Rasau Jaya.
Keningnya mengkerut usai mengetahui jenazah yang terbaring kaku adalah keponakannya yang berumur lima tahun, Fateh.
"Ibu bapaknya masih shock, masih susah diajak ngomong, sekarang mereka lagi diistirahatkan dirumah keluarga, belum tahu kalau anaknya meninggal," kata Dirman Selasa (15/12/2015).
Dirman bingung hendak menyampaikan kabar meninggalnya Fateh, terlebih tidak lama kemudian ditemukan lagi jenazah yang kemufian berhasil diidentifikasi sebagai bocah berusia 10 tahun yang tidak lain abang kandung dari Fateh yakni Kafi atau Afi.
"Mereka ini cuma dua bersaudara, kasihan orangtuanya," kata Dirman.
Kata Dirman jasad Fateh dikenali dari jam tangan dan jaket merah yang ia gunakan.
Sedianya keluarga kecil yang terdiri dari ayah korban yakni Lutfi dan ibu korban Firoh, membawa serta dua anaknya untuk berliburan ke Demak Jawa Tengah.
Namun ditengah perjalanan antara Padang Tikar - Rasau Jaya, kecelakaan merenggut dua anak mereka ini.
Lutfi dan Firoh berhasil selamat.
"Kondisinya bisa dikenali, saat itu saya dengar mereka sudah berusaha menyelamatkan anaknya, tetapi terjebak didalam longboat," kata Dirman
Sekira pukul 11.00 WIB satu jasad kembali ditemukan tim SAR gabungan proses identifikasi baru saja dimulai terhadap korban terakhir ini.
Sampai saat ini tercatat sudah 12 korban yang dipastikan meninggal dunia. Dua korban masih hilang dan didalam pencarian.
Adapun untuk nama-nama korban meninggal dunia yang ditemukan pada pencarian hari ketiga yang teridentifikasi pada Selasa siang adalah, Fateh, Kafi, Nilasari dan Tia.
Sementara korban meninggal dunia yang teridentifikasi pada Senin adalah Maiden, Tama, Sengseng.
Pada hari pertama kecelakaan korban yang meninggal dunia antara lain Nurrima, Siti, Sahara dan Hazwan.