“Sampai sekarang yang pesan masih di instansi pemerintahan untuk keperluan penelitian dan penyempurnaan. Ke depan, kita akan terus sempurnakan,” sambung dia.
Ketua Klaster Bandeng Kota Semarang, Petrus Sugiyanto, yang ikut menyaksikan demo Gibara mengaku takjub.
Sepanjang yang ia ketahui sudah ada yang membuat alat pengasapan berupa almari namun asapnya masih sangat tebal dan banyak.
“Ini adalah alat tepat guna dan tidak berdampak buruk ke lingkungan,” komentar Sugiyanto.
Kepala Balitbang Provinsi Jateng, Tegoeh Wynarno Haroeno, mengatakan dengan pengasapan seperti ini bisa bertahan sampai tiga bulan sehingga ketika harga ikan murah, bisa disimpan lebih lama. Ikan juga tak akan gosong, dan ikan bisa dibumbui bermacam rasa sesuai selera.
“Kami akan memberikan nota dinas ke Gubernur supaya ini bisa ditindaklanjuti oleh SKPD yang membawahi,” ujar Tegoeh.
Alat ini juga menjadi juara harapan II lomba kreasi dan inovasi (Krenova) Provinsi Jateng, dan oleh Pemprov telah difasilitasi untuk mengajukan hak paten melalui Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki) di Kementerian Hukum dan HAM.