Jumlah penumpang di bandara tersebut terus melonjak.
Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.
Sejak 2014, dibangun terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan konsumsi energi sangat minim karena nyaris tanpa alat pengatur suhu (AC) dan memanfaatkan pencahayaan alami dengan sinar matahari.
"Infrastruktur untuk membuka konektivitas antar wilayah sangat penting. Tidak hanya bagi Banyuwangi, tapi juga bagi Jatim. Misalnya, ke depan perlu mengoptinakkan Bandara Sumenep dan bandara di Kediri yang sedang dalam proses pembangunan untuk menggerakkan ekonomi Jatim bagian selatan," kata Anas.
Baca tanpa iklan