News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

104 Orang Keracunan Saat perayaan Nyepi

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Korban keracunan makanan di Banjar Mudita, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar saat tiba di RSUD Sanjiwani, Sabtu (17/3/2018). Puluhan warga setempat diduga keracunan makanan usai acara pengerupukan.

Pantauan Tribun Bali di Banjar Mudita, sejumlah petugas kesehatan masih membuka posko darurat di Bale Banjar Mudita.

Masyarakatpun masih silih berganti memeriksakan kondisinya. Sementara para korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit, kondisinya saat ini sudah membaik.

Namun mereka belum bisa bergerak secara leluasa lantaran masih lemas.

Berdasarkan data BPBD Gianyar, jumlah korban yang dilarikan ke RSUD Sanjiwani terus meningkat hingga Sabtu sore.

Dari yang awalnya 98 meningkat menjadi 104 orang. Rinciannya, seorang pasien kondisinya relatif serius sehingga harus dirawat di ruang ICU, 55 orang rawat inap, sementara sisanya masih menjalani observasi di UGD RSUD Sanjiwani.

“Kami berpesan, jika ada warga Mudita yang kondisinya drop atau usai pengerupukan itu ikut menyantap nasi bungkus, untuk segera memeriksakan kesehatannya. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Kepala BPBD Gianyar, AA Oka Digjaya.

Uji 14 Sampel

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengungkapkan bahwa semua pasien yang mengalami keracunan sudah diberikan pelayanan medis.

Dinkes Provinsi Bali berkoordinasi dengan berbagai pihak telah melakukan beberapa tindakan terkait peristiwa tersebut.

Di antaranya, pengamatan epidemiologi, pemeriksaan sampel rental pada penjamah dan pengolah makanan, alat-alat yang digunakan, air, dan bahan makanan yang digunakan.

"Pengamatan epidemiologi kami lakukan dengan meminta penjelasan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), karena kemungkinan ada kasus baru. Kami juga lakukan pengamatan sampel pada makanan yang tersisa," jelas Suarjaya ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (18/3) kemarin.

Lebih lanjut dr. Suarjaya mengatakan, ada 14 sampel yang diambil.

Dengan rincian antara lain tiga sampel air, lima sampel usap alat, sayur dan ayam sit sit dari rumah pengolah, serta sampel nasi bungkus yang terdiri dari nasi putih, mie, ayam sisit, telur.

"Saat ini semua bahan yang diambil sampel sudah dikirim ke laboratorium kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Kepala BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt. mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar terkait masalah tersebut.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini