Koko Ardiansyah pun tampak beberapa kali mengusap matanya.
Dia mengaku kalau posisinya sebagai Paskibraka digantikan oleh siswa lain anak pejabat tanpa ikut seleksi.
Kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan sertifikat paskibraka.
Padahal, lanjut dia, jika dia bisa menjadi anggota paskibraka di Labuhan Batu, maka untuk mendaftar menjadi anggota TNI akan menjadi gampang.
"Tapi karena gagal, mau gimana lagi. Kecewa lah," katanya.
Koko Ardiansyah pun berharap agar kejadian ini hanya menimpa dirinya saja.
Di tahun-tahun mendatang, dia berharap tidak ada orang yang mengalami hal serupa.
Koko Ardiansyah mengaku memiliki niat yang besar untuk dapat mengibarkan bendera pada 17 Agustus nanti.
"Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil. Kalau digantikan, gantikan yang ikut seleksi dan lebih pantas dari saya. Jangan yang tak ikut seleksi dimasukkan dalam karantina," kata Koko Ardiansyah.
(mak/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Fakta Terbaru Koko Ardiansyah yang Gagal Jadi Paskibra, Diundang Kapolres hingga Dihubungi Menpora