"Benar, dia (Abu Razak-red) pernah bergabung dengan GAM, tapi saya tak terlalu ingat lagi tahun berapa. Namun, setelah damai, dia sudah beda haluan dengan kita. Dia buat ulah," ungkap Darwis Jeunieb menjawab Serambi, kemarin.
Darwis juga mengakui bahwa saat itu Abu Razak memiliki keahlian merakit senjata.
"Iya, dia bisa sedikit-sedikit buat senjata rakitan dan dia bisa rakit senjata dari pipa besi. Tapi, pada masa itu dia tidak terlalu sering bergabung dengan saya," kata Darwis.
Menurut Darwis, Abu Razak berasal dari Aceh Utara dan bergabung dengan GAM wilayah Batee Iliek melalui rekan-rekannya, hingga kemudian ikut bergerilya di belantara Bireuen.
"Dia bersama anggota lain tinggal di atas Alue Pucok, di sana dia buat-buat senjata. Pernah sekali jumpa dengan saya di hutan dan setelah damai saya pernah ke rumahnya karena ada anggota yang nikah dengan keluarga Abu Razak," ujar Darwis Jeunieb.
Namun, tambah Darwis, setelah damai Abu Razak memilih jalan berbeda dengan kebanyakan eks GAM lainnya.
Abu Razak justru bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata hingga akhirnya dibekuk polisi.
"Dia kan pernah dipenjara dua kali, dan saat yang kedua dia melarikan diri dari LP. Intinya sudah beda haluan dengan kita," kata Darwis Jeunieb.
Abu Razak yang tewas dalam baku tembak dua hari lalu itu, bukanlah Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), elite Partai Aceh yang juga salah satu eks pentolan GAM.
Hal ini dianggap perlu dipublis oleh Serambi, mengingat nama kedua orang ini sama dan juga sama-sama eks GAM, namun berbeda orangnya. (dan)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Abu Razak Ahli Rakit Senjata