TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Ratusan pendukung Habib Rizieq Shihab dari berbagai organisasi masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat mendatangi Mapolres Garut, Senin (14/2/2020).
Massa meminta untuk ditangkap polisi.
Mereka sebelumnya berkumpul di Alun-alun Garut.
Mereka lantas berjalan kaki menuju Mapolres Garut.
Sekitar pukul 14.30 WIB, massa memadati depan Mapolres Garut di Jalan Sudirman.
Gerbang menuju Mapolres Garut dijaga ketat petugas kepolisian.
Hanya perwakilan massa yang diperbolehkan untuk masuk.
Baca juga: Massa di Ciamis Minta Ditahan Seperti Rizieq Shihab, Kami Menyerahkan Diri dan Siap Dipenjara
Koordinator Aksi, Ibang Lukman Nurdin, mengatakan, kedatangan massa dari berbagai ormas Islam itu untuk menuntut kasus penembakan terhadap enam anggota FPI.
Kematian anggota FPI itu sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
"Di masa demokrasi masih ada lahir rezim fasisme di Indonesia. Mereka sering kali menyatakan Pancasila dan konstitusi, ternyata mereka sendiri yang melanggar HAM," ucap Ibang, Senin (14/2/2020).
Ibang meminta agar dibentuk tim independen mengusut kematian enam anggota FPI.
Siapapun yang terlibat termasuk Polri untuk dipecat.
"Soalnya mereka tak menghentikan bentuk pelanggaran HAM," katanya.
Tuntutan yang kedua, Ibang meminta agar Rizieq Shihab dikeluarkan.
Tak hanya Rizieq Rizieq, namun habib-habib yang lain yang tersangkut kasus juga harus dikeluarkan.
"Habib Rizieq dan habib yang lain tentu akan jadi korban rezim Jokowi," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ratusan Pendukung Habib Rizieq di Garut Minta Dipenjara, Datangi Mapolres, Minta HRS Dibebaskan