Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Komplotan begal yang kerap beraksi di wilayah Lombok Barat diringkus Tim Puma Polres Lombok Barat, Polda NTB.
Komplotan begal biasa menggunakan modus berpura-pura minta tolong dalam melakukan aksinya.
Terkhir mereka beraksi di Jalan Raya Dusun Kondak, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (20/3/2021).
Warga Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kediri bernama Fahrul (19) menjadi korban komplotan begal ini.
Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo dalam keterangan persnya menjelaskan, saat beraksi, seorang pelaku berpura-pura menjadi korban kejahatan.
Baca juga: Kisah Tragis Wanita Asal Lombok Tewas Ditikam Suami 15 Hari Setelah Rujuk, Peristiwa Disaksikan Anak
Kemudian minta tolong kepada pengguna jalan yang melintas.
Karena kasihan, korban kemudian mengiyakan permintaan tolong pelaku.
“Pelaku ini diantar oleh korban, tapi di tengah jalan korban sudah ditunggu para pelaku lain. Mereka mengadang menggunakan kendaraan roda empat," katanya.
Setelah menunggu korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian korban diikat pelaku, termasuk pelaku yang berpura-pura jadi korban.
“Jadi kendaraan, handphone dan lain sebagainya semua diambil pelaku," katanya.
Baca juga: Kisah Tragis Wanita Asal Lombok Tewas Ditikam Suami 15 Hari Setelah Rujuk, Peristiwa Disaksikan Anak
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menyimpulkan pelaku tindak pidana begal itu sebanyak 6 orang.
AKBP Bagus S Wibowo mengatakan, tindak pidana begal itu sangat meresahkan masyarakat Kabupaten Lombok barat.
“Alhamdulillah setelah dilakukan penyelidikan, kita mampu mengungkap siapa yang menjadi pelaku dalam tindak pidana ini,” ungkapnya, dalam keterangan pers di markas Polres Lombok Barat, Selasa (4/5/2021).
Komplotan ini dibekuk Tim Puma, Kamis (29/4/2021) malam.
Meski sempat ingin kabur, mereka akhirnya bisa diciduk.
Dari hasil penyelidikan, para pelaku merupakan satu sindikat.
Baca juga: Polisi Bongkar Oknum PNS di Lombok Barat yang Jadi Pemasok Sabu
Adapun enam orang yang m diamankan berinisial AN (35) selaku otak pelaku, MW (30), SL (36), MH (24), MK (45), dan satu selaku penadah berinisial SU (25).
“Dari enam orang yang diamankan, salah satunya merupakan penadah dari barang bukti tersebut, dan rata-rata berdomisili di sekitar Kecamatan Gerung,” ujarnya.
Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu unit HP, satu unit sepeda motor pelaku, dan satu unit mobil pikap yang digunakan menghadang korban.
Para pelaku disangkakan dengan pasal 365 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman yaitu 9 tahun penjara.
Para pelaku sedang dalam proses penyidikan di Polres Lombok Barat dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Lombok Barat, apakah merupakan residivis, sedang didalami,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Pura-pura Minta Tolong, Kawanan Begal Rampok Korban di Tengah Jalan