Upacara gladhi resik dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 8 bulan Mulud, tanggal 9 istirahat, tanggal 10 gladhi resik lagi, dan tanggal 11 istirahat lagi, sebagai persiapan pelaksanaan upacara garebeg Mulud.
Upacara gladhi resik dipersiapkan oleh kesatuan prajurit kraton yang terdiri prajurit wirabraja, prajurit daeng, prajurit patangpuluh, prajukarit prawiratama, prajurit jagakarya, prajurit nyutra, prajurit ketanggung, prajurit mantrijero, prajurit surakarsa, dan prajurit bugis.
2. Upacara Numplak Wajik
Upacara numplak wajik sebagai pertanda permulaan pembuatan gunungan secara resmi.
Upacara numplak wajik diselenggarakan empat hari menjelang penyelenggaraan upacara garebeg, yaitu pada tanggal 8 bulan Mulud.
3. Upacara Garebeg Mulud
Adapun perlengkapan yang dipersiapkan terutama gunungan, karena inti dari upacara garebeg mulud adalah menghantarkan
gunungan secara beramai-ramai dari dalam komplek kraton menuju Masjid Besar.
Ada enam macam gunungan yang dibawa, yaitu gunungan kakung, gunungan putri, dharat, gunungan gepak, gunungan pawuhan, dan gunungan picisan.
Baca juga: Belajar dari Suku Abui di Kampung Adat Takpala Alor, Merawat Kebersamaan Lewat Tarian Lego-lego
Simbol dalam Upacara Sekaten
Dalam upacara tradisional sekaten, ada beberapa lambang yang mempunyai makna, di antaranya:
1. Upacara udhik-udhik
Dalam upacara sekaten, pada tahap gamelan pusaka pertama kali dibunyikan, diselenggarakan upacara udhik-udhik, yaitu penyebaran kepingan uang logam oleh Sri Sultan.
Pemberian atau penyebaran kepingan uang logam oleh raja ini sebagai lambang bahwa pemberian anugerah berwujud harta dan berkat wujud tuah kekeramatan.
2. Gunturmadu