Ia mengaku penasaran dengan teriakan tersebut sehingga berlari menuju rumah korban dan mengetuk pintu sambil memanggil orang yang berada di dalam namun suami korban menjawab tidak terjadi apa-apa.
"Tapi saya masih ada di situ tidak pergi karena dengar suara keras sekali.
Dari dalam dijawab sudah mbak tidak terjadi apa-apa," tuturnya.
Ia bersikukuh untuk mengetahui keadaan dari korban tersebut, tetapi suami korban masih tetap tidak membuka pintu rumah.
Hasnah menjelaskan, salah seorang anaknya bernama Akim yang saat itu berada di lokasi, menawarkan agar mendobrak pintu rumah tersebut, tetapi ditolaknya karena takut suami korban marah.
"Sempat Akim tawarkan dobrak pintu rumah, tapi saya tolak karena takut suaminya marah," jelasnya.
Hasnah juga mengaku mendengar teriakan untuk kedua kalinya sekitar jam 10 pagi namun, tidak sebesar teriakan sebelumnya.
"Sempat saya dengar teriakan lagi, sudah jam 10 pagi ke atas kayaknya. Soalnya sudah agak siang waktu itu.
Dia teriak lagi bertengkar tapi tidak sebesar yang sebelumnya," jelasnya.
Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Mayat Perempuan di Pantai Yeh Gangga Tabanan, Cewek Berusia 19 Tahun
Karena suara pertengkaran yang ia dengar mengecil, ia pikir sudah mereda.
Namun, setelah terdengar teriakan tersebut Hasnah tidak lagi mendengar kabar korban.
Hasnah bahwa korban sudah sering bertengkar karena suaminya merupakan tipe pencemburu.
"Sering bertengkar dan curhat di sini tentang suaminya yang pencemburu," ungkapnya saat diwawancarai awak media, Senin (15/1/2024).
Ia juga membeberkan korban dulunya bekerja di salon, tetapi berhenti karena suami korban cemburu.