TRIBUNNEWS.COM, SUBANG - Sebanyak 22 pelajar diamankan Sat Reskrim Polres Subang terkait kasus tawuran di Jalur Pantura, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat yang menewaskan seorang pelajar.
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasat Reskrim Polres Subang AKP Herman Saputra mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi mata yang dikuatkan dengan barang bukti rekaman CCTV, ada pelaku merupakan salah satu Siswa SMK Angkasa 1 Kalijati.
"Berdasarkan informasi dan barang bukti itulah selanjutnya Sat Reskrim Polres Subang gerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak Sekolah dan POM AU, untuk mengecek nama-nama yang sudah muncul dari keterangan saksi tersebut," ungkap Kasatreskrim Polres Subang AKP Herman Saputra, Rabu (6/3/2024) pagi.
Menurut Herman, pelaku berhasil diamankan kurang dari 1x24 jam.
Baca juga: Viral Sekelompok Remaja di Cikarang Barat Terlibat Tawuran, Ternyata Berniat Buat Konten di Medsos
Selain 22 pelaku, diamankan pula beberapa barang bukti senjata tajam di antaranya ada golok, 2 lewang, dan celurit.
"Kurang dari 1x24 jam penyidik Sat Reskrim Polres Subang berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti di rumah kontrakanya yang berada di daerah kalijati," katanya.
Selanjutnya para saksi dan yang diduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Subang
"22 orang pelaku yang masih di bawah umur dan statusnya masih pelajar. Dan saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang sudah diamankan," ungkapnya.
Kronologis Tewasnya IK
Sebelumnya, IK (16) pelajar SMK di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan tewas setelah menjadi korban tawuran.
Jenazah IK ditemukan tergeletak di pinggir jalur Pantura atau tepatnya di depan rumah Bidan Titin Supriatin di Dusun Krajan RT 11/03 Desa/Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang, dengan kondisi luka bacok di kepala.
Korban merupakan warga Dusun Sengon, Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan.
Herman Saputra menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara polisi, saat kejadian kelompok korban yang hanya berjumlah enam remaja tawuran bersama dengan rombongan remaja yang naik puluhan kendaraan sepeda motor.
Baca juga: 2 Kelompok di Semarang Terlibat Tawuran hingga Masuk ke Pemukiman, Bawa Sajam hingga Warga Takut
"Awalnya ada kelompok korban sekitar 5 sampai dengan 6 orang, sementara untuk diduga kelompok lain ada sekitar 20 kendaraan motor kurang lebih itu yang tawuran. Ini masih informasi awal yang kami terima masih kami selidiki," jelasnya.
Korban diduga ditinggalkan teman-temannya, sehingga menjadi sasaran lawan yang jumlahnya mencapai puluhan orang.