"Mereka mengajukan proposal pada Pilkada Kabupaten Barru, mungkin uang palsunya hendak digunakan dalam money politics, tapi batal," tambahnya.
Selama ini, keberadaan mesin pencetak uang palsu di perpustakaan UIN Alauddin tidak diketahui oleh mahasiswa karena disimpan di ruang bekas toilet.
Proses percetakan uang diawasi langsung oleh Andi Ibrahim, yang kini tengah menghadapi proses hukum.
Sebagian artikel telah tayang di TribunTimur.com dengan judul ASS Jadi Peran Sentral dalam Kasus Peredaran Uang Palsu di UINAM Makassar
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunTimur.com/Muslimin Emba) (Kompas.com/Reza Rifaldi)
Baca tanpa iklan