News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dedi Mulyadi Pimpin Jabar

Sempat Tolak Program Barak Militer, Ono Surono Dukung Kebijakan Dedi Mulyadi soal Jam Masuk Sekolah

Penulis: Nuryanti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DUKUNG JAM SEKOLAH - Foto arsip Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono (kiri) dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025) (kanan). Dukung kebijakan Dedi Mulyadi, Ono Surono menyebut, jam masuk sekolah lebih pagi selaras dengan kebijakan jam malam.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar), Ono Surono, mendukung kebijakan jam masuk sekolah lebih pagi bagi siswa di Jabar.

Ono Surono juga mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal hari sekolah dari Senin-Jumat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur berisi pengaturan ulang jam masuk sekolah untuk semua jenjang di Jawa Barat.

Surat edaran dengan nomor: 58/PK.03/DISDIK tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat itu, dikeluarkan sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar peserta didik pada pagi hari, serta mendukung pembentukan generasi berkarakter Panca Waluya.

Satu di antara poin utama dalam edaran ini, yaitu mengatur ulang penetapan waktu belajar dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 06.30 WIB untuk seluruh jenjang.

Kemudian, durasi pembelajaran juga disesuaikan dengan jenjang dan usia peserta didik.

Lantas, apa respons Ono Surono?

Ono Surono menyebut, jam masuk sekolah lebih pagi selaras dengan kebijakan jam malam.

Sehingga, kata dia, pada hari-hari sekolah yaitu Senin-Jumat anak-anak harus tidur cukup dan bangun pagi untuk sekolah.

Menurutnya, sekolah dari Senin-Jumat dapat dimaksimalkan untuk waktu belajar.

Baca juga: Ono Surono: Pak Jokowi Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Dia Menggusur Warga Tanpa Menyakiti

Sementara itu, Sabtu-Minggu menjadi waktu fokus ke kegiatan di luar akademik.

"Ini juga mengingatkan pada masa kecil saya yang diajarkan disiplin oleh ayah saya yang seorang guru," ujarnya, seperti diberitakan TribunJabar.id, Selasa (3/6/2025).

Selanjutnya, terkait anak-anak yang tinggal di wilayah desa di kawasan Garut Selatan, Sukabumi, dan daerah lain yang membutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan ke sekolah, Ono berpendapat tidak menjadi masalah, karena hanya dimajukan 30 menit.

"Kan selisihnya hanya 30 menit dari jadwal sebelumnya. Intinya dengan waktu tidur yang lebih cepat maka tidak masalah bangun lebih pagi 30 menit," paparnya.

Dedi Mulyadi Sempat Beri Sindiran

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini