News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Terdapat 1.012.000 Rumah Kurang Layak Huni, Gubernur Luthfi: Ini PR Kita Semua 

Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUMAH LAYAK HUNI - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam seremoni serah terima simbolis kepada para penerima bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), di Gedung Sasana Gita, Parakan, Temanggung pada Rabu (30/7/20925). Ia berharap, program ini menjadi motivasi warga agar semakin produktif menggapai kualitas kehidupan yang lebih baik.

TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG  - Parmi, warga Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, tak berhenti mengucap syukur, setelah rumahnya direnovasi hingga layak huni.

Kini rumahnya lebih aman dan nyaman untuk ditinggali oleh keluarganya.

Sebelumnya, kondisi rumah Parmi memprihatinkan.

Nyaris mustahil merenovasi rumah, yang sudah ditinggalinya selama 54 tahun bersama suami dan tiga anaknya.

Sebab, pendapatannya sebagai petani tembakau hanya 50 ribu per hari.

Di satu sisi, suaminya sudah setahun ini menderita stroke.

“Profesi sebagai petani tembakau di lahan yang kecil, pendapatan kami sekitar 50 ribu per hari. Hanya cukup untuk biaya hidup. jadi tidak bisa merawat rumah," ucapnya, di Gedung Sasana Gita, Parakan, Temanggung, Rabu (30/7/2025).

Baca juga: Pengembangan Hunian Vertikal yang Layak dan Terjangkau di Perkotaan Tekan Backlog Perumahan

Mau tidak mau, lanjut dia, rumah dibiarkan apa adanya.

"Kalau hujan bocor dari depan sampai belakang. Lantainya juga dari tanah, jadi air sering menggenang," katanya lagi.

Makanya, ia sangat bersyukur adanya program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum.

"Alhamdulillah, dengan bantuan ini rumah saya jadi nyaman untuk ditinggali. Semoga Gusti Allah membalas kebaikan ini," tuturnya.

Parmi bukan satu-satunya penerima bantuan program yang diperuntukkan demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui program tersebut, sebanyak 15 hunian di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, direnovasi dan dibangun ulang dengan total biaya mencapai Rp 900 juta.

Selain bertujuan memperbaiki rumah agar aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali, program ini juga dimaksudkan untuk membantu langkah pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim di tengah masyarakat.

Para penerima bantuan berasal dari dua desa yakni Desa Bonjor, Kecamatan Tretep sejumlah lima rumah. Kemudian Desa Glapansari, Kecamatan Parakan sebanyak 10 rumah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini