Dedi Mulyadi mendatangi Irna Kusma usai video kritik program Rp1.000 per hari viral di media sosial.
Momen pertemuan keduanya dibagikan lewat akun Instagram @dedimulyadi71.
"Saya sudah bertemu dengan Eceu Gacor," kata Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta itu memberikan pemahaman terkait tujuan dari programnya kepada Irna Kusma.
Ia menegaskan tidak memungut uang Rp1.000 untuk dikumpulkan ke gubernur.
Uang-uang dikelola pemerintah tingkat kabupaten/kota guna membiayai program pendidikan dan kesehatan masing-masing daerah.
Program tersebut bersifat sukarela tanpa paksaan.
Dedi Mulyadi lantas bertanya apakah perlu surat edaran dicabut.
"Sudah ketemu saya. Jadi surat edarannya dicabut jangan?," tanya dia.
"Enggak Pak. Sudah ada penjelasan dari Bapak," jawab Irna Kusma.
"Bermanfaatkan?," tanya Dedi Mulyadi lagi.
"Iya (bermanfaat)," jawab Irna Kusma.
Pertemuan tersebut sangat hangat dan cair, tampak Irna Kusma atau Dedi Mulyadi tertawa bersama-sama.
Baca juga: Program Sisihkan Rp1.000 Dedi Mulyadi Sudah Dimulai di Purwakarta, Dana Terkumpul Bakal Diaudit
Ini Alasan Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meluncurkan program menyisihkan uang Rp1.000 per hari yang dinamakan Gerakan Rereongan Poe Ibu.
Program ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA yang diteken Dedi tertanggal 1 Oktober 2025 lalu. Adapun program ini berlaku bagi warga dan ASN di seluruh Jawa Barat.
Baca tanpa iklan