TRIBUNNEWS.COM - Ustaz Haji Ahmad Rifky, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Shafa di Kota Depok, Jawa Barat, menghadiahkan umrah gratis kepada Dini Fitria, Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga di Kabupaten Lebak, Banten.
Dini Fitria belakangan ini menjadi sorotan setelah menampar IPL (17), siswanya yang ketahuan merokok.
Kasus penamparan ini berbuntut panjang lantaran orang tua siswa tidak menerima tindakan itu. Bahkan, orang tua IPL melaporkan Dini kepada polisi. Di samping itu, Dini sempat dinonaktifkan oleh Gubernur Banten Andra Soni, Kamis, (16/10/2025)
Namun, kasus ini berakhir damai karena kedua belah pihak melakukan mediasi. Dini juga sudah diaktifkan kembali sebagai kepala sekolah.
Setelah itu, Dini mendapat hadiah umrah dari Ustaz Haji Ahmad Rifky yang kerap dipanggil Ustaz Lancip. Menurut Lancip, hadiah itu merupakan dukungan moral atas keteguhan Dini dalam menegakkan disiplin di sekolah.
"Iya, sudah dikirim (informasi umrah gratis). Rencananya beliau, Pak Ustadz Lancip, mau berkunjung ke rumah saya hari Ahad (Minggu)," kata Dini mengonfirmasi, Jumat, (17/10/2025), dikutip dari Kompas.com.
Dini bersyukur karena banyak pihak yang memberikan dukungan kepadanya setelah kasus yang menimpanya. Menurut dia, tawaran umrah itu adalah bentuk keajaiban dan pertolongan Allah.
"Alhamdulillah. Saat saya difitnah itu, tak banyak yang bisa saya lakukan. Saya tidak bermedsos juga, tapi saya yakin, orang yang dizalimi doanya akan dikabulkan Allah," ujar Dini.
Sosok Ustaz Lancip
Lancip dikenal sebagai pemimpin Pondok Pesantren Daarul Shafa di Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Pangkalan Data Pondok Pesantren Kementerian Agama mencantumkan Daarul Shafa terdaftar di Kementerian Agama. Pondok ini didirikan tahun 2009.
Baca juga: Kasus SMAN 1 Cimarga Ungkap Lemahnya Pengawasan Rokok di Lingkungan Sekolah
Lancip pernah disorot dan viral pada pertangan tahun 2018 karena mengembalikan sejumlah bingkisan sembako dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Saat itu di media sosial beredar video yang memperlihatkan sembako yang diturunkan dari mobil dikembalikan lagi ke dalam mobil.
"Kepada Bapak Presiden Joko Widodo saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas amanah bapak yang diberikan kepada kami," kata Lancip dalam video itu, dikutip dari TribunJakarta.com.
"Tapi jujur saya mohon maaf pemberian Bapak ini saya kembalikan karena ada manusia atau kelompok dari Bapak yang mencela kami sebagai 'tim pemburu berkat'."
Setelah muncul perdebatan mengenai pengembalian itu, Lancip memberikan klarifikasi dan membantah pernah menolak sembako.
Baca tanpa iklan