Rumah Rosi berada di sebelah rumah korban yang hanya terpisah gang kecil.
Kepada Surya.co.id, Rosi tak mengetahui adanya pembunuhan.
Tiba-tiba, ujar Rosi, di depan rumah korban sudah ada polisi.
"Nggak pernah. Sampai pagi tadi pun nggak ada suara bertengkar. Tiba-tiba saja sudah ada polisi, sudah ramai. Saya baru tahu ada pembunuhan," kata Rosi.
Rosi juga mengaku akrab dengan korban, bahkan pada malam sebelum kejadian, ia sempat bertemu dengan BW dalam sebuah kegiatan warga.
"Kemarin waktu pengajian ketemu. Ketemu, ya, biasa saja, nggak ada cerita apa-apa,"
"Orangnya sibuk juga, jadi jarang ngobrol panjang," ucapnya.
Antara korban dan pelaku, lanjut Rosi, menikah pada 2011 lalu.
Sang suami perjaka sementara sang istri janda beranak dua. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak.
"Jadi anaknya semua tiga. Yang pertama kuliah di Malang, yang kedua sekolah SMK, dan ketiga masih SMP. Yang tinggal di rumah ini dua anaknya, karena yang satu di Malang," tuturnya.
Ia juga masih tak percaya atas tindakan GDF, pasalnya keduanya dikenal sebagai warga yang baik dan tak pernah ada keributan.
Baca juga: Driver Ojol Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel Palembang, Tersangka Buang HP Korban
"Baik-baik saja, nggak pernah ada masalah atau keributan. Sosialisasinya juga bagus, mereka orangnya baik," tutur dia.
Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul BREAKING NEWS Suami Bunuh Istri di Panderejo Banyuwangi, Polisi Lakukan Olah TKP
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Surya.co.id, Aflahul Abidin)
Baca tanpa iklan