"Proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan lebih lanjut," imbuh Rama.
Dari keterangan pelaku, ia mengaku bahwa telah menusuk istrinya menggunakan pisau dapur.
"Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi," ucapnya.
Rama menuturkan, kondisi rumah sedang sepi saat terjadi aksi penusukan.
Anak pertama korban berada di Malang untuk kuliah, sementara anak kedua sekolah di SMK, dan anak ketiga sekolah di SMP.
"Berdasarkan keterangan, anak-anak pasangan ini ada tiga orang, dan saat kejadian mereka sedang berada di luar rumah,"
"Beberapa di antaranya sedang sekolah. Jadi, di rumah hanya ada pelaku dan korban," tandas Rama.
Kata Tetangga
Much Safii, Lurah Panderejo menuturkan, kabar pembunuhan tersebut ia terima pada pukul 09.30 WIB.
Ia menuturkan, kasus ini tengah ditangani polisi.
"Kasusnya saat ini tengah ditangani pihak kepolisian," ujarnya.
Sementara korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk ditangani lebih lanjut.
Baca juga: Driver Ojol Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel Palembang, Tersangka Buang HP Korban
Saffi juga menceritakan, selama mereka tinggal, tak ada kabar buruk mengenai keluarga korban dan pelaku.
Secara ekonomi juga keduanya bisa disebut berkecukupan.
"Mereka baik-baik saja selama ini. Aktivitas mereka sehari-hari bekerja berangkat pagi, pulang sore," tambah dia.
Tetangga korban, Rosi, juga mengaku tak pernah mendengar keduanya cekcok.
Baca tanpa iklan