TRIBUNNEWS.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Susilaningsih buka suara terkait adanya warga yang sempat diduga terinfeksi hantavirus.
Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI, warga yang suspek hantavirus itu kini dinyatakan negatif.
Hasil laboratorium itu juga telah diklarifikasi oleh Dinkes Kulon Progo dan Dinkes Provinsi DIY.
"Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif," kata Susilaningsih, Minggu (10/5/2026), dilansir Kompas.com.
Dari hasil laboratorium tersebut, Susilaningsih pun memastikan di Kulon Progo tidak ada kasus positif hantavirus.
"Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi, di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," tegas Susilaningsih.
Sebagai informasi, hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui kotoran tikus dan menyebabkan dua penyakit serius.
Di antaranya adalah penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Penyakit ini menular melalui udara yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus dan dapat berakibat fatal.
Kasus Hantavirus Tersebar di 9 Provinsi di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus jenis seoul virus dalam tiga tahun terakhir. Dari 23 yang terpapar, tiga di antaranya meninggal dunia. Case fatality rate (CFR) relatif tinggi dengan angka 13 persen.
Baca juga: Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai, Mulai Demam hingga Sesak Napas
Pada 2026, terdapat tambahan lima kasus. Selebihnya, pasien sudah dinyatakan sembuh. Terbanyak di DKI, berikut sebaran wilayahnya:
- Sumatera Barat: 1 kasus
- Banten: 1 kasus
- DKI Jakarta: 6 kasus
- Jawa Barat: 5 kasus
- Jawa Timur: 1 kasus
- DIY: 6 kasus
- NTT: 1 kasus
- Kalimantan Barat: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus
Baca juga: 13 Negara yang Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Indonesia Termasuk?
Kasus Hantavirus di Indonesia Didominasi Seoul Virus
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan mayoritas kasus hantavirus di Indonesia disebabkan oleh strain Seoul virus (SEOV).
Virus jenis ini banyak ditularkan melalui tikus rumah. Strain ini berbeda dengan andes virus yang sempat menjadi sorotan dalam wabah di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.
Sepanjang 2024 hingga 2026, tercatat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia dengan tiga kasus kematian.
Baca tanpa iklan