“Kita cek dan evaluasi langsung agar benar-benar diterima oleh penerima manfaat. Karena tidak mungkin SPPG mengantar satu per satu,” ujar Wihaji.
Distribusi bantuan MBG dilakukan melalui posyandu atau titik tertentu dengan bantuan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dalam dua bulan terakhir, pendistribusian di wilayah sulit dijangkau dilakukan menggunakan sepeda motor.
“Peruntukan program ini fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, karena di fase inilah risiko stunting paling tinggi,” tambah Wihaji.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program MBG 3B.
“Kita bantu dari sisi daerah, termasuk memberikan insentif kepada pendamping,” ujar Ansar.
Ia menjelaskan dapur MBG di wilayah perkotaan telah siap beroperasi, sebagian tinggal menunggu verifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Kita pastikan lokasinya higienis dan jauh dari potensi gangguan seperti lalat,” katanya.
Untuk menutup rangkaian kunjungan di Kepri, Menteri Wihaji menghadiri malam puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) 2025 di Tugu Sirih, Pelataran Gurindam 12, Tepi Laut Tanjungpinang.
Baca tanpa iklan