“Konsepnya adalah kolaborasi budaya antarumat beragama. Setiap agama bisa menampilkan seni dan budayanya masing-masing, sekaligus menjaga satu sama lain dalam menjalankan ibadahnya," katanya.
"Ini bukan mencampuradukkan ajaran, tapi memperkuat rasa saling menghormati,” jelasnya.
Acara tersebut akan diramaikan dengan pawai, pertunjukan seni budaya, hingga bazar UMKM.
FKUB berharap kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas Kota Serang sebagai kota yang damai, inklusif, dan berbudaya.
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com
Baca tanpa iklan