Namun, pernyataan Erna itu dibantah oleh Kepala Sekolah SD Negeri 150 Palembang, Eka Okta Nugraha.
Dia menegaskan tidak ada guru yang melakukan tindakan pemukulan dengan memakai cincin.
"Itu juga saya kaget karena guru di sekolah ini tidak ada yang pakai cincin. Waktu ketahuan wali kelasnya sedang izin, jadi guru pengganti yang masuk. Guru pengganti juga tidak pakai cincin," ujar Eka.
Dia menjelaskan, mata F memang sempat terlihat ada bntik merah pada 27 Oktober 2025 lalu. Salah satu guru di sekolah tersebut pun turut melhatnya.
Eka menduga bintik tersebut menjadi awal mula mata F mengalami lebam.
"Yang jelas anak ini pada saat datang sudah ada sedikit merah di sebelah matanya, belum menyebar seperti kondisi sekarang," katanya.
Bahkan, menurut Eka, ibu F turut mengetahui kondisi mata anaknya yang berbintik merah.
Akhirnya, Erna pun meminta izin ke pihak sekolah untuk anaknya tidak masuk dalam beberapa hari ke depan karena akan menjalani pemeriksaan ke Puskesmas.
"Bawa surat rujukan dari Puskesmas hari Selasa, izin tidak sekolah. Kalau soal berkelahi dengan teman-temannya sudah ditanyakan juga oleh ibu dan gurunya ke kelas, jawaban murid-murid tidak ada," tuturnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Sumsel dengan judul "Keluarga Pastikan Siswi SDN 150 Palembang yang Viral Matanya Merah dan Lebam Positif Pertusis"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Sumsel/Andyka Wijaya/Shinta Dwi Anggraini/Hartati)
Baca tanpa iklan