Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, pengamatan di Pos Hujan Majenang mencatat curah hujan mencapai 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari pada 10–11 November 2025.
Setelah itu, wilayah tersebut masih diguyur hujan ringan sehingg
a tanah tetap basah hingga akhirnya terjadi pergerakan lereng.
“Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin jenuh air dan lereng lebih rentan terhadap pergerakan,” kata Guswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (16/11/2025).
Dari sisi atmosfer, sejumlah fenomena turut memperkuat pembentukan awan hujan.
Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta pusaran angin di perairan barat Lampung dan selatan Bali meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah.
Zona belokan angin di sekitar Jawa juga membuat pertumbuhan awan semakin intens.
“Kondisi atmosfer ini memicu awan konvektif yang menghasilkan hujan deras, disertai kilat dan angin kencang,” tambahnya. (TribunJateng/Achiar M Permana)(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tim SAR Temukan Korban Ke-18 dalam Musibah Tanah Longsor Majenang
Baca tanpa iklan