News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir di Sumatra: Warga Aceh Singkil Terjebak di Sawit, Pelajar SMA/SMK Sumut Diliburkan

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR DAN LONGSOR - Orang-orang mendorong kendaraan untuk menerobos banjir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 27 November 2025. Sri Wahyuni ??Pancasilawati, kepala penanganan darurat, peralatan, dan logistik di Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara, mengatakan kepada Xinhua melalui telepon pada hari Kamis bahwa 29 orang tewas setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. (Photo by Saddam/Xinhua)

TRIBUNNEWS.COM - Banjir besar melanda Sumatra, memaksa warga Aceh Singkil bertahan di atas pohon sawit demi selamat.

Sementara ribuan pelajar SMA/SMK di Sumatera Utara yang menjadi korban banjir terpaksa diliburkan.

Pulau Sumatra saat ini dilanda bencana hidrometeorologi besar.

Banjir bandang dan longsor menewaskan lebih dari puluhan orang, puluhan ribu mengungsi, dan akses vital di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat lumpuh.

Wilayah Terdampak

Aceh

Hampir seluruh kabupaten/kota terdampak; pemerintah menetapkan status darurat bencana 14 hari(28 Nov–11 Des).

Sumatra Utara

Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan mengalami banjir bandang dan longsor; jembatan rusak, akses jalan terputus.

Sumatra Barat

Padang, Agam, dan sejumlah daerah lain dilanda banjir bandang; status tanggap darurat berlaku hingga 8 Desember

Warga Aceh Singkil Terjebak di Pohon Sawit Diselamatkan Bupati

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon berhasil selamatkan warga yang terjebak banjir di pohon sawit. 

Kala itu Safriadi bersama rombongan sedang memantau banjir melalui jalur sungai dari Singkil ke Gunung Meriah. 

Sampai di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, terlihat dua orang warga di atas sawit. 

Melihat itu speed boat segara mendekat untuk memberikan pertolongan. 

Dalam kondisi air deras, tidak mudah untuk mendekat. Setelah beberapa kali usaha akhirnya speed boat bisa mendekat. 

Dua warga Tanah Merah itu, memasang jaring untuk kebutuhan hidup, satu hari sebelum banjir besar datang, pada 25 November 2025. 

Nahas esoknya ketika mengangkat jaring perahunya tak sanggup melewati sungai Lae Cinendang, yang sedang deras. 

Perahu pun hanyut. Hingga kemudian  tersangkut di tanaman sawit. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini