News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PT SRM Minta Penyelidikan Objektif Terkait Dugaan Penyerangan di Ketapang

Penulis: willy Widianto
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TNI DISERANG WNA- Mobil operasional PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) mengalami kerusakan parah pada bagian kaca depan dan bodi usai diduga dirusak dalam insiden penyerangan yang melibatkan belasan WNA di area tambang emas, Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat Minggu 14 Desember 2025.

Li juga mengungkapkan bahwa pada Juli 2025, Firman, Imran, Suandi, dan Muardi diduga membuat Akta Anggaran Dasar palsu yang didaftarkan melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) secara daring. Akta tersebut diduga digunakan untuk mencopot dirinya dari jabatan Direktur Utama dan Pamar Lubis dari jabatan Direktur, yang dinilai melanggar Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Saat ini, kasus dugaan pemalsuan akta tersebut tengah dalam proses penyelidikan oleh Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Diketahui pernyataan dari pihak SRM tersebut sekaligus membantah kabar adanya 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China diduga menyerang warga dan aparat TNI di kawasan pertambangan emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 15.40 WIB.

‎Insiden bermula saat petugas keamanan perusahaan mendapati aktivitas penerbangan drone mencurigakan di area operasional PT SRM sekitar pukul 15.30 WIB.

Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan, menyebut petugas pengamanan bersama lima anggota TNI dari Yonzipur 6/SD Anjungan justru langsung mengejar pihak yang dicurigai sebagai pilot drone.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini