TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI - Insiden perampokan berdarah terjadi di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jateng, Kamis (29/1/2026).
Perampokan ini menimpa rumah milik pasangan suami istri (pasutri) Purwanto–Daryanti, pengusaha kuliner yang juga Bos Sate Kambing di Singkawang, Kalbar.
Pasutri tersebut memiliki dua anak perempuan.
Namun, keluarga ini menjalani long distance marriage (LDM).
Purwanto merantau ke Singkawang, Kalimantan Barat, untuk usaha kuliner sate kambing.
Sementara itu, Daryanti dan dua anaknya, CF (12) dan AO (6), tinggal di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede.
Baca juga: Perampokan Menimpa Keluarga Bos Sate Kambing: Ibu Bersimbah Darah Anak Bungsu Kepalanya Masuk Ember
Saat peristiwa perampokan terjadi, Daryanti hanya bersama anak keduanya, AO.
Sementara anak sulungnya tidak berada di rumah.
Keberadaan CF saat perampokan tersebut memiliki dua versi.
Warga yang tinggal di sebelah barat rumah korban menyebut CF berada di rumah neneknya yang masih di Desa Pengkol.
Sementara warga di sebelah timur rumah korban menyebut CF pergi mengaji.
Alhasil yang menjadi korban perampokan hanya Daryanti dan si anak bungsu, AO.
Daryanti kini dalam perawatan di rumah sakit karena terluka di bagian leher.
Sementara AO, anak bungsunya tewas di kamar mandi. Sadisnya saat ditemukan kepala AO berada di dalam ember yang terisi air.
Baca tanpa iklan