Sejak Desember, sebagian warga mulai berhemat karena cemas bantuan tidak akan terus berdatangan hingga kondisi mereka benar-benar pulih.
Ketergantungan terhadap donasi tidak bisa dihindari karena pekerjaan warga belum kembali normal.
Meski demikian, beberapa keluarga yang masih memiliki rumah mulai membersihkan sisa lumpur dan mencoba kembali beraktivitas ekonomi, seperti berjualan, demi memutar roda pendapatan dan tidak terus bergantung pada bantuan.
Upaya ini diakui Novita bukan hal mudah, mengingat skala kerusakan yang sangat besar dan menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan warga.
Baca juga: Apakah pada Awal Puasa Ramadan 2026 Sekolah Libur? Berikut Jadwal dan Penjelasannya
Sekolah Terdampak, Trauma Anak Minim Penanganan
Selain persoalan ekonomi dan hunian, sektor pendidikan juga terdampak signifikan. Di tiga kabupaten yang dikunjungi, terdapat sejumlah sekolah yang rusak akibat material lumpur.
Sebagian sekolah mulai kembali beroperasi saat tahun ajaran baru, meski anak-anak tertinggal pelajaran hingga dua bulan.
Namun, layanan trauma healing dinilai masih sangat minim, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Novita mengingatkan bahwa peristiwa 26 November terjadi secara tiba-tiba dan meninggalkan trauma mendalam.
Anak-anak tidak pernah membayangkan bahwa dalam satu malam rumah mereka bisa hilang dan hidup mereka berubah drastis.
Ia mengisahkan pengalamannya di Pidie Jaya, saat seorang anak kecil menjerit dan menangis ketika melihat aliran sungai di tengah gerimis.
Lokasi pengungsian yang berhadapan langsung dengan sungai membuat anak tersebut kembali teringat pada peristiwa banjir yang dialaminya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan psikologis masih jauh dari memadai dan berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
Baca juga: Aceh Minta Penghapusan Barcode BBM Subsidi saat Ramadan-Idul Fitri, Ini Kata Ketua MPR
Tiga Bulan Berlalu, Status Bencana Nasional Belum Ditetapkan
Memasuki hampir tiga bulan pascabencana di Sumatera, termasuk Aceh, Novita mempertanyakan lambatnya respons pemerintah pusat.
Ia menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional, meski situasi di lapangan dinilai sangat mengkhawatirkan.
Baca tanpa iklan