TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi Tua Heluka, Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI bersama Komandan Batalion Peres Marom mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi kekerasan di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video yang beredar pada 11 Februari 2026 dan diterima Tribun Papua, Kamis (12/2/2026), Heluka menyebut wilayah Korowai sebagai medan perang telah ditetapkan dalam operasi kelompoknya.
Baca juga: Deretan Teror Bersenjata terhadap Penerbangan di Papua, Tragedi Smart Air Tambah Daftar Panjang
"Saya sebagai Komandan Operasi sudah menegaskan beberapa kali bahwa wilayah Yalimo adalah wilayah medan perang. Penembakan buruh, serangan terhadap pilot, dan pembakaran pesawat itu benar perintah saya," ujar Kopi Tua Heluka dalam video tersebut.
Heluka menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh tindakan pasukannya.
Ia juga meminta aparat keamanan tidak menargetkan masyarakat sipil dalam proses penegakan hukum.
"Kalau mau cari pelaku, cari saya dan pasukan saya. Jangan cari masyarakat dan orang tua yang tidak tahu apa-apa," katanya.
Selain mengklaim tanggung jawab atas aksi kekerasan, Heluka turut menyampaikan sikap politik kelompoknya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan TPNPB, menurut versinya, tidak berkaitan dengan pembangunan infrastruktur maupun bantuan ekonomi dari pemerintah.
Baca juga: Jenazah Pilot & Co-pilot Smart Air Korban Penembakan akan Diterbangkan ke Jakarta Setelah Diautopsi
"Kami tidak minta pembangunan, tidak minta jalan, tidak minta uang. Kami murni minta pengakuan," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik untuk mengosongkan daerah tersebut dan menyatakan pasukannya siap menghadapi operasi keamanan.
Sosok Kopi Tua Heluka
Kopi Tua Heluka adalah nama lain dari Penihas Heluka, adalah seorang tokoh yang dikenal sebagai komandan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua.
Baca tanpa iklan