Di salah satu desa, yakni Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, delapan rumah terdampak angin kencang.
"Di Desa Segaran (Delanggu), ada delapan rumah terdampak. Satu rumah rusak sedang dan tujuh rumah rusak ringan," lanjut Syahruna.
Sementara itu, di Kecamatan Prambanan, bangunan tempat parkir ambruk.
“Ada tiga kios (tempat usaha) yang mengalami kerusakan, serta bangunan parkiran roboh,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, puluhan kendaraan mengalami kerusakan.
“Ada 20 kendaraan yang mengalami kerusakan. Saat ini masih dilakukan asesmen,” kata Syahruna.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pasalnya puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Februari.
“Puncak hujan terjadi pada Januari dan Februari. Masyarakat tetap perlu waspada terhadap curah hujan yang tinggi,” pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Puncak Hujan Masih Terjadi di Februari, BPBD Klaten Minta Masyarakat Waspada Hujan Angin Kencang
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Zharfan Muhana)
Baca tanpa iklan