TRIBUNNEWS.COM - Rencana pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan nasional, resmi dibatalkan.
Rencana tersebut tidak hanya memicu perdebatan di tingkat daerah, tetapi juga memantik diskusi lebih luas.
Yakni tentang sensitivitas pejabat publik, tata kelola anggaran, dan simbolisme kekuasaan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Utama CV Afisera Samarinda, Subhan membeberkan proses pengembalian mobil dinas Rp8,5 miliar tersebut.
Dalam transaksi pengadaan mobil dinas Range Rover itu, Subhan menegaskan posisinya sebagai pihak ketiga.
Sebab, menurutnya, tidak semua dealer bersedia menjual langsung kendaraan dengan spesifikasi khusus kepada pemerintah.
CV Afisera diketahui memiliki klasifikasi usaha di bidang perdagangan kendaraan bermotor baru, sehingga legal melakukan transaksi tersebut.
“Dealer ini tidak mau jual langsung ke pemerintah untuk tipe tertentu. Jadi saya beli dulu unitnya, baru saya jual ke pemerintah,” katanya, Senin (2/3/2026), dilansir Kompas.com.
Pembayaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah dilakukan sebelum tutup tahun anggaran 2025 agar dana tidak hangus.
Kendati pembayaran sudah lunas, dokumen kepemilikan seperti BPKB dan TNKB belum sepenuhnya terbit saat polemik muncul.
“BPKB belum terbit, TNKB belum ada, dan belum tercatat sebagai aset daerah. Jadi secara administrasi masih bisa dikembalikan. Saya terima dan setuju,” tegas Subhan.
Baca juga: Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, KPK Soroti Skala Prioritas
Subhan mengakui, mobil dinas senilai Rp8,5 miliar ini merupakan unit termahal yang pernah ia sediakan untuk instansi pemerintah sepanjang kariernya.
Sebelumnya, ia lebih banyak memasok kendaraan dalam bentuk paket berjumlah puluhan unit seperti Innova atau Fortuner.
CV Afisera tercatat sudah menjadi penyedia kendaraan bagi instansi pemerintah di Kalimantan Timur sejak masa kepemimpinan Awak Faroek Ishak.
Meski sudah lama melayani pengadaan pemerintah, ia mengakui kasus pengembalian unit ini baru pertama kali ia alami.
Baca tanpa iklan