News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum TNI dan Polisi Diduga Terlibat Pemukulan di Cafe Toraja Sulsel, Ini Kata Dandim

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS PEMUKULAN - Tangakapan layar video pemukulan di Kafe Valery, Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, RANTEPAO - Oknum polisi dan TNI diduga terlibat pemukulan di Kafe Valery, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (1/4/2026) malam.

Dua polisi yang diduga terlibat adalah Aiptu AS dan Bripka IA yang saat ini bertugas di wilayah hukum Polres Toraja Utara.

Polisi bersama TNI diketahui telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Meski demikian, hingga kini kepolisian belum membeberkan secara rinci identitas terduga pelaku maupun jumlah pasti pelaku dan korban dalam kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, membenarkan bahwa korban telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

“Korban sudah melapor, namun belum dapat memastikan jumlah pelaku,” ujarnya, Minggu (5/4/26).

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman dengan memeriksa rekaman video yang beredar serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban.

Iptu Ruxon juga mengakui adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, membenarkan adanya keterlibatan anggota TNI dalam insiden tersebut.

Ia menyebutkan sedikitnya lima personel diduga terlibat.

Menurutnya, penanganan terhadap anggota TNI tersebut akan dilimpahkan ke Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di lingkungan militer.

Baca juga: Pakar Desak Oknum TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dihukum Tegas: Salah Ya Sikat!

Kasus ini masih terus didalami oleh pihak berwenang guna memastikan fakta-fakta yang terjadi serta menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Bantah Karena Minuman Gratis

Armal membenarkan adanya keterlibatan lima anggotanya dalam peristiwa tersebut. Namun, ia membantah isu yang menyebut keributan dipicu permintaan minuman gratis.

“Setelah musik dihentikan, ada salah satu pengunjung yang memprotes. Itu yang memicu perkelahian, bukan karena tidak diberi minuman gratis,” kata Armal saat dikonfirmasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini