Ia secara khusus mewanti-wanti warga agar menjauhi area lereng perbukitan yang rawan longsor serta menghindari bangunan yang memiliki retakan signifikan.
"Edukasi terkait prosedur evakuasi mandiri yang benar menjadi prioritas utama tim di lapangan agar warga memiliki pemahaman mitigasi yang tepat," tegas Rahmat.
Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak hoaks dan hanya mempercayai informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi, serta media sosial terverifikasi milik BMKG.
Pengawasan terhadap aktivitas tektonik di wilayah Maluku Utara akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar kembali normal.
Baca tanpa iklan