TRIBUNNEWS.COM - Afifuddin Suhaeli Kalla resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026–2029.
Langkah ini menjadi penegasan komitmen dalam perjalanan kaderisasi HIPMI sejak 2008, sekaligus menandai keseriusan dalam kontestasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.
Afifuddin Kalla menyebut momentum ini sebagai “one last dance” puncak pengabdian dalam organisasi yang telah membentuk perjalanan kepemimpinannya.
“Ini bukan tentang saya. Ini tentang bagaimana HIPMI bisa benar-benar hadir dan berdampak. Kita tidak hanya bicara, kita bikin jadi nyata,” ujar Afifuddin Kalla pada Senin (20/4/2026) di kantor sekretariat BPP HIPMI di Gedung Bidakara 2, Pancoran, Jakarta.
Dalam dokumen program kerja yang disusunnya, Afifuddin Kalla menilai Indonesia tengah berada dalam fase konsolidasi ekonomi penting.
Pertumbuhan tetap terjaga, namun pengusaha muda masih menghadapi tantangan nyata seperti akses permodalan, kesenjangan digital, hingga kompleksitas regulasi.
Menurutnya, HIPMI harus mengambil peran lebih aktif sebagai penghubung antara pengusaha muda, pemerintah, dan ekosistem bisnis agar mampu menjawab tantangan tersebut secara konkret.
Afifuddin Kalla membawa visi: “Menjadikan HIPMI sebagai mesin penggerak ekonomi nasional melalui pengusaha muda yang berdaya saing, inovatif dan berjiwa kebangsaan serta bersinergi dengan HIPMI di seluruh nusantara.”
Visi ini menegaskan arah kepemimpinan yang tidak hanya kuat di pusat, tetapi juga inklusif dengan seluruh BPD dan BPC HIPMI di berbagai daerah.
Ia menegaskan kepemimpinannya akan berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kedaulatan ekonomi, hilirisasi industri, dan penciptaan lapangan kerja.
HIPMI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan pengusaha muda menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pengembalian formulir pendaftaran di Gedung Bidakara 2, Pancoran Jakarta menjadi langkah awal dari komitmen yang lebih besar, bukan hanya untuk memimpin, tetapi untuk memastikan HIPMI benar-benar memberikan dampak nyata bagi anggotanya dan bagi Indonesia.
Baca juga: Reynaldo Bryan Ajak Kader HIPMI Kedepankan Persaudaraan dan Inklusivitas Daerah
Profil
Terus belajar menjadi pedoman hidup Afifuddin Suhaeli Kalla. Meski memiliki hubungan keluarga dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, pria yang akrab disapa Afi ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berhenti menimba ilmu, baik dalam studi, bisnis, maupun organisasi.
Lahir di Jakarta, 22 Juni 1985, Afi sudah lama berkecimpung di dunia usaha. Hobinya bermain golf dan sepakbola, namun kiprahnya lebih dikenal sebagai pengusaha energi.
Baca tanpa iklan