TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - SA, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) menjadi korban dugaan pencabulan di rumah Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (12/5/2026).
SA yang mengalami trauma akibat peristiwa itu akhirnya melaporkan ke Polresta Kendari, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Komnas HAM Gali Keterangan Keluarga Korban Hingga Polisi Usut Kasus Pencabulan Santri di Pati
Didampingi petugas, SA kemudian melakukan visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari.
"Iya benar, korban baru melapor malam ini, langsung didampingi anggota untuk melakukan visum ke RS Bhayangkara Kendari," ungkap Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau, Rabu (13/4/2026).
Kasus pencabulan tersebut tengah ditangani Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim).
Pelaku Diduga Security
Pelaku dugaan pencabulan adalah CA, seorang sekurity alias satpam.
Namun CA tidak bekerja di kediaman pribadi Bupati Konsel.
CA disebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan istri Bupati Konsel.
CA sering mendatangi rumah tersebut usai mengetahui korban SA bekerja sebagai ART.
Sementara SA sendiri baru bekerja sebagai ART di rumah Irham Kalenggo, Senin (11/5/2026) lalu.
Semenjak hari itu, pelaku CA sering mendatangi rumah hingga terjadi aksi dugaan pencabulan.
9 Adegan Rekonstruksi
Insiden dugaan pencabulan dialami SA terjadi di rumah Bupati Konsel di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).
Tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari.
Olah TKP dipimpin langsung Kanit Pidum Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Zahra Maulidya Abri.
Polisi memeriksa sejumlah titik di dalam rumah yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencabulan.
Baca tanpa iklan