News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Api Muncul 44 Kali dalam Sepekan di Rumah Warga Sleman, Diduga Akibat Gas Metana

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

API MISTERIUS - Rumah di Sleman 44 kali terbakar dalam sepekan, diduga akibat kebocoran gas metana bawah tanah, BPBD dan tim ahli turun tangan.

TRIBUNNEWS.COM - Rumah berlantai dua milik Agus Yani di Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, kini tak lagi menjadi tempat bernaung yang tenang.

Pasalnya, sepekan terakhir, penghuni rumah dilanda cemas sekaligus tegang akibat titik api misterius yang terus bermunculan secara acak.

Baca juga: Api Masih Muncul di Rumah Warga Sleman meski Septic Tank Diperbaiki, Pengamat: Kemungkinan Gas Lain

44 Kali Percikan Api dalam Sepekan

Hingga Jumat (29/5/2026), sudah 44 kali percikan api tiba-tiba berkobar dan melahap barang apa saja di rumah tersebut.

Waktu dan lokasi munculnya api sama sekali tidak bisa ditebak. Pada Jumat dini hari, misalnya gulungan kabel di dalam plastik yang tersimpan di bawah atap belakang rumah tiba-tiba meleleh akibat terbakar.

Beberapa jam sebelumnya, Kamis (28/5/2026) malam pukul 21.55 WIB, tumpukan kayu di area terbuka sebelah timur rumah juga mendadak berkobar.

Bahkan pada siang harinya, helm dan styrofoam di atas akuarium ruang depan tiba-tiba menyala, muncul api sendiri.

Kesaksian Soal Api Misterius

Putri Agus Yani, H. Mutfiana mengungkapkan, api tiba-tiba muncul begitu saja, seperti yang terjadi sepekan ini, sembari bercerita betapa melelahkannya situasi tersebut.

Teror api begitu melelahkan, karena dalam sehari, bisa terjadi hingga lima kali.

Untuk menyiasati keadaan, keluarga Agus terpaksa menguras isi rumah mereka. Barang-barang yang mudah terbakar dievakuasi ke luar ruangan.

Di setiap sudut, kini bersiap ember-ember berisi handuk basah serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Mereka harus terus terjaga 24 jam, memasang mata dan telinga demi mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Di sisi lain, pemerintah setempat tidak tinggal diam menghadapi fenomena langka ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, selain telah memberikan bantuan logistik kedaruratan, juga terus memantau situasi dan perkembangannya.

"Tadi malam saya meminta tuan rumah lewat TRC (Tim Reaksi Cepat) untuk melaporkan perkembangan apa pun agar kami bisa ikut memantau. Kami masih berusaha terus karena belum ada jawaban pasti (dari fenomena itu)," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Jumat (29/5/2026).

Bambang menambahkan, pihaknya kini terus mengupayakan dapat menggandeng para ahli geologi dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengkaji fenomena aneh di Seyegan ini.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini